Saturday, February 4, 2017

Kata bijak kehidupan : Menyikapi sebuah kegagalan

Kepala karangan yang aku catat boleh jadi kira-kira melinglungkan alias boleh jadi pula adalah keadaan yang istimewa selaku permainan tutur. dari kepala karangan yang istimewa alias boleh jadi melinglungkan itu, aku akan menguji buat membahas gimana anda mesti menyikapi kehampaan yang bertubu-tubi, gimana anda mesti berlagak enggak cuma akan kehampaan tetapi pula akan keberhasilan. apakah yang amat batal serta apakah yang amat berhasil itu yang bakal aku bahas di sini.
Melimpah di antara anda yang enggak bakal suka kala mengikuti kehampaan lagi pula kehampaan yang berkali-kali. batal sekali aja sudah begitu mewujudkan satu buah guncangan dalam jiwa anda yang membawa anda pada melimpah keadaan minus yang berkepanjangan, lagi pula sampai mendapati kehampaan yang berkali-kali. kehampaan yang berkali-kali bila enggak teratasi atas bagus serta arif bakal amat melenyapkan jiwa anda, membawa diri anda pada lemahnya antusias buat mendekati apa yang jadi antusiasme serta angan-angan anda. enggak sedikit mereka yang sudah mendapati kehampaan yang berkali-kali setelah itu pada akibatnya berserah karna kehilangan daya serta berfikir kalau memanglah enggak komponen mereka buat memperoleh keberhasilan.

Keadaan yang setidaknya memasygulkan ialah kala kehampaan yang berkali-kali itu sudah mewujudkan satu buah agama minus pada diri seorang yang membawa orang itu menyakini kalau dirinya benar tidaklah pantas buat satu buah keberhasilan. cedera alias hancurnya agama diri inilah yang setelah itu membawa pada rangakaian kehampaan yang lain. apa yang sudah salah dipercayai bakal membawa pada kesalahan-kesalahan tahap yang didapat. bila agama diri anda sudah ancai karna kehampaan yang berkali-kali sehingga pastilah ekspedisi anda dalam mendekati tujuan-tujuan kitapun bakal ancai. oleh karna itu amatlah esensial gimana anda bisa mengambil tindakan yang arif berbarengan atas kehampaan yang betubi-tubi.

Ilustrasi adiluhung 

Bisakah kamu memantulkan bila edison berserah pada kegagalannya sebelum pada akibatnya bola lampu marak terwujud? boleh jadi julukan edison enggak bakal sempat terdaftar dalam asal usul banyak orang yang berhasil, serta bola lampu marak kasep tampak dalam banjaran perolehan buatan menakhlikkan alias invensi orang. alias kala lincoln berserah pada kegagalannya di kampanye-kampanye mulanya sebelum pada akibatnya beliau jadi kepala negara amerika yang ke-16 (1861-1865)? boleh jadi amnesti perbudakan di amerika bakal kasep. dua julukan besar itu hanya ilustrasi adiluhung gimana kehampaan yang berkali-kali enggak memundurkan antusias akan tetapi malah diganti jadi daya positif yang membakar jiwa buat kian beranjak mendekati keberhasilan. bumi sudah memperlihatkan gimana dengan dua pribadi itu kehampaan yang bertubi-tubii nyatanya tidaklah bisa mematikan orang eksepsi orang mengambil dekret buat berakhir alias berserah.

Bila anda baca memoar edison atau lincoln sehingga anda bakal mendapatkan kalau hidup mereka nyatanya lebih melimpah diwarnai atas kegagalan-kegagalan. tampak di dasaran kalau cerita hidup mereka ialah cerita hidup orang yang batal. alangkah enggak? bayangkan aja gundukan kotor perolehan kehampaan pemeriksaan edison nyaris mendekati asbes rumahnya seorang diri. satu buah ilustrasi jelas kehampaan yang berkali-kali! alias jika kamu bayangkan kala lincoln senantiasa bertekuk lutut dalam kampanye-kampanyenya di badan legislatif serta pada penentuan kepala negara, belum lagi menguji sebagian bidang usaha serta ancai, ditambah lagi keluarganya berpenyakitan serta beliau mesti keheningan kala buah hatinya tewas. satu buah ilustrasi lain dari kehampaan yang berkali-kali! alias satu buah kegeruhan? akan tetapi asal usul membuku lain. mereka pada akibatnya terbatas di antara nama-nama besar banyak orang yang mengganti asal usul serta kebudayaan. keberhasilan mereka pada akibatnya ialah buah matang dari serangkaian sikap-sikap mereka yang arif kala berjumpa kehampaan yang berkali-kali. apa yang terdapat dalam jiwa mereka itulah yang melainkan atas banyak orang pada jamannya. bila banyak orang sekitar mereka memandang mereka acap kali batal, akan tetapi mata arwah dua pribadi ini memandang kehampaan selaku deretan giliran mendapatkan kesempatan serta jalur buat mendekati kesuksesan. kehampaan yang bergema –bagi mereka- adalah jendela-jendela buat memandang kemungkinan-kemungkinan keberhasilan. jiwa mereka begitu berlainan dalam aturan melihat serta menyikapi kehampaan. benar tidaklah gampang berjumpa kehampaan akan tetapi ialah lebih enggak gampang lagi kala mesti hidup berserah dalam kehampaan.

Sumber : ucapcakap

No comments:

Post a Comment